Ali Taher : Banyak Lahan Tidur yang Belum Dioptimalkan

oleh -13 views
Ali Taher Parasong
Ali Taher Parasong - Foto : Panen News/@natsir

Panennews.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Mantan Stafsus Menteri Kehutanan RI, Ali Taher Parasong, menyatakan bahwa saat ini masih banyak lahan tidur yang masih belum dioptimalkan dengan baik, dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (9/7).

Ali melanjutkan bahwa pemanfaatan lahan sangat penting di saat pandemi sebagai basis ketahanan pangan. Ia mencontohkan di era Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) adanya kegiatan sosial kebun bibit rakyat (KBR) dengan program penanaman pohon sampai dengan satu milyar bibit pohon.

Cara-cara seperti itu, lanjut Ali, Indonesia nantinya akan mempunyai pembibitan pohon dimana-mana yang merupakan bagian dari potensi untuk mendayagunakan ekonomi kerakyatan dan pemanfaatan lahan.

Baca Juga :   Wawancara Eksklusif Ali Taher : Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan

“Saya memandang (penanaman pohon -red.) itu bagian potensi dari ekonomi kerakyatan” jelasnya.

Selain itu, menurut Ali, pemanfaatan hutan kemasyarakatan (HKm) semakin lama akan semakin besar peranannya di masyarakat. Hal ini menurutnya, perlu didorong dengan regulasi yang ketat, kemudian dengan anggaran yang cukup. Selain itu, pemerintah juga perlu kiranya untuk mendorong masyarakat yang ada dipinggir sungai dan lereng gunung untuk penanaman berbagai jenis pohon di lahan-lahan yang masih kosong.

“Lahan-lahan yang kosong itu untuk dijadikan basis kegiatan ekonomi usaha terutama menanam kegiatan-kegiatan tanaman yang merupakan bagian dari tugas perhutanan sosial” terangnya.

Ali juga menekankan bahwa perlu diberdayakan varian jenis makanan lainnya selain padi. Sagu, singkong, maupun jagung, dan berbagai jenis makanan lokal harus mulai dikembangkan.

Baca Juga :   Kementrian Bidang Kemaritiman dan Investasi di Pimpin oleh Menko Luhut Binsar Pandjaitan

“Konsumsi itu kan tidak mesti harus padi, tidak harus jagung, tetapi potensi lokal lainnya yang dapat dikemas dan diolah dengan berbagai rupa” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Ali, Indonesia mempunyai cadangan lahan untuk kegiatan hutan sosial sekitar 12 juta hektare. Sedangkan di tahun 2019, cadangan lahan berkisar sampai dengan 13 juta hektare untuk kegiatan penanaman jenis tanaman oleh masyarakat.

“Nah ini kan potensi yang perlu dikembangkan untuk bisa melakukan kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman, baik oleh masyarakat, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan di bawah bimbingan oleh Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, maupun Pemerintah Daerah” pungkasnya.

Komentar