Proses Pengolahan Tanah Tahap Kedua dengan Garu Sisir

oleh -9 views
Traktor Garu Sisir
Foto : Istockphoto

Panennews.com – Ada dua pengolahan tanah pertanian yang harus dilakukan untuk memaksimalkan tanah sebelum masuk pada proses penanaman. Setelah proses pengolahan pertama, maka kemudian dilanjutkan proses kedua dengan menggunakan garu sisir.

Garu secara umum merupakan alat pertanian yang memang khusus digunakan untuk tahap pengolahan tanah kedua. Sementara garu jenis sisir ini merupakan jenis garu dengan gigi yang berbahan dasar logam. Gigi-gigi tersebut dipasang di tooth bar (batang penempatan) yang kemudian disambung dengan klem.

Yang membedakan dengan jenis garu lainnya selain adanya gigi juga pemasangannya. Ciri utama pemasangan garu ini adalah dipasang secara selang seling antara batang penempatan satu dan lainnya. Bentuk gigi paku garu ini juga beragam, ada yang berbentuk pipih, lurus runcing hingga diamond.

Garu sisir ini fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan tanah yang sebelumnya sudah dipotong pada pengolahan tanah tahap pertama. Dengan begitu tanah akan menjadi lebih gembur. Selain itu, alat ini juga berfungsi menghancurkan tanaman pengganggu.

Baca Juga :   Tingkatkan Produksi Kedelai, Kementan Manfaatkan Varietas Biosoy

Garu berpaku gigi atau sisir ini bekerja dengan memasang bagian gigi-gigi pada tooth bar atau batang penempatan. Setelah itu, konstruksi ini kemudian ditarik oleh tenaga traktor. Biasanya dalam sau tarikan traktor hanya terdiri dari 1 batang penempatan.

Proses pengolahan tanah pertanian haruslah mengalami berbagai tahap untuk mendapatkan hasil tanah yang gembur. Setelah proses pengolahan tahap pertama, proses kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tahap kedua dengan menggunakan alat berbeda, salah satunya dengan garu sisir.

Komentar