Gayam, Pohon Peneduh Yang Amat Rimbun

oleh -966 views
Gayam
Foto : Filckr/Nelindah

Panennews.com – Gayam merupakan salah satu jenis pohon yang masuk dalam klasifikasi polong-polongan. Tumbuhan ini memiliki beberapa penyebutan berbeda seperti gatep, dalam bahasa Bali, dan juga tahitian chestnut dalam bahasa Inggris.

Nama latinya adalah Inocarpus fagiferus. Tumbuhan ini masuk ke dalam Fabacea yang mana termasuk dalam jenis pohon yang mampu menyerap air dengan sangat baik. Maka tidak mengherankan jika pohon ini banyak ditemukan di hutan-hutan.

Hal yang paling menonjol dari pohon gayam adalah tingginya yang mencapai 20 meter dengan ukuran diameter sekitar 5 m. Meskipun daunnya tampak pendek-pendek, jumlahnya benar-benar sangat banyak hingga tampak sangat rimbun dan dimanfaatkan sebagai peneduh.

Meskipun keberadaannya jarang dibudidayakan dan hanya dibiarkan tumbuh biasa, pohon ini banyak manfaat. Masa panennya sekitar 2 kali dalam periode satu tahun. Buahnya tampak mirip seperti jengkol hanya saja memiliki rasa yang gurih dan sangat enak meski hanya digoreng biasa.

Baca Juga :   Pegunungan Kendeng Dituding Jadi Biang Bencana, Reboisasi Digalakkan

Biasanya, pohon ini banyak ditemukan di daerah lapang yang luas seperti pekarangan, hutan, dan sejenisnya. Sebenarnya, akan lebih bagus lagi apabila pohon ini dibudidayakan pada daerah-daerah yang sering mendapatkan curah hujan tinggi.

Tumbuhan gayam memang hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu. Oleh karena itu tidak semua daerah bisa merasakan hasil olahan dari tumbuhan ini yang biasanya dibuat sejenis gorengan ataupun keripik biasa.

Untuk dapat mengkonsumsi buah ini tidaklah bisa langsung dimakan. Sebelum mengkonsumsinya ada perlakukan khusus pada jenis buah gayam ini. Salah satunya dengan cara direndam air kemudian direbus atau dibakar.

Baca Juga :   Stigi, Pohon Tinggi Hutan Mangrove

Mengutip dari laman website Mekarsari.com bahwa di taman wisata tersebut mempunyai koleksi tanaman gayam. Di taman wisata ini, tanaman ini dapat tumbuh tinggi mencapai sekitar 10 meter. Lebar tajuknya dapat mencapai sekitar 9 meter dengan diameter batang mencapai 65 cm. Adapun untuk batang pohonnya sering tidak beratur, terkadang berakar banir dengan percabangan merunduk.

Agar gayam berbuah optimal pihak pengelola juga memupuk tanaman ini setahun sekali dengan penggunaan pupuk kandang sapi yang sudah masak sebanyak 60 – 90 kg per pohon.

Tanaman ini juga dikenal cukup kuat terhadap penyakit. Hal ini dibuktikan bahwa tidak adanya penyakit dan hama yang menyerang pada tanaman rindang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.