Rajungan, Kekayaan Hayati Laut Yang Sangat Potensional

oleh -4 views
Rajungan
Ilustrasi Rajungan - Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Salah satu potensi kekayaan hayati di laut Indonesia adalah rajungan. Jenis hewan kepiting dengan nama latin Portunus pelagicus ini terbukti memberikan devisa yang tidak kecil pada negara.

Di tahun 2018 saja diperkirakan dapat mencapai nilai USD 370 juta dari hasil volume ekspor rajungan – kepiting sebesar 21,57 ton. Lebih lanjut di tahun 2019 diperkirakan adanya lonjakan yang cukup signifikan. Nilainya berkisar USD 393 juta dengan volume sekitar 25,9 ribu ton.

Di kutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), komoditas ini menyasar pangsa pasar luar negeri ke Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia dan Singapura. Namun demikian pasar negara Eropa lainnya juga masih cukup besar, diantaranya Perancis dan Inggris.

Baca Juga :   Ratusan Ton Kunyit Siap Ekspor Dari Ponorogo

Ekspor rajungan yang dimaksud terdapat banyak ragamnya mulai dari produk rajungan olahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng. Selain itu untuk pasar Jepang lebih banyak membeli produk rajungan yang diolah atau diawetkan tidak dalam kemasan kedap udara

Oleh karenanya rajungan – kepiting merupakan sektor perikanan dan kelautan yang cukup berpotensi untuk lebih dikembangkan menjadi sebuah komoditi yang menjanjikan.

Sektor hayati laut yang juga biasa disebut Blue Swimming Crab (BSC) ini diharapkan mampu mendorong peningkatan taraf ekonomi masyarakat pesisir. Karena bukan hanya nelayan saja dapat diuntungkan, tetapi pekerja-pekerja lainnya juga bisa berdampak.

Baca Juga :   Indonesia Maritim Expo 2019 Promosikan Sektor Maritim Indonesia ke Kancah Dunia

Salah satu wilayah yang cukup besar dalam sektor ini adalah Provinsi Jawa Tengah. Diketahui bahwa pada Bulan Januari 2020 saja, dapat memasok sekitar 161 ton dengan nilai berkisar Rp 30,37 miliar. Wilayah ini berada di Kabupaten Demak dan Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *