5 Fakta Unik Kopi Kelas Premium Dari Kemanunggalan TNI AU Dengan Masyarakat

oleh -9 views
Gerbang Masuk Ke Perkebunan Baringga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Gerbang Masuk Ke Perkebunan Baringga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat - Foto : Panennews/@amar

Panennews.com –  Kopi memang sebuah komoditi dengan tingkat nilai ekonomis yang tinggi. Akhir-akhir ini komoditas dari tanaman ini memang tergolong menjadi primadona. Varian Arabika atau Robusta sama-sama dieksplorasi oleh para pebisnis hingga menjadi nilai jual tinggi.

Biasanya sebagian dari perkebunan tanaman yang hidup di suhu dingin tersebut dikelola oleh para petani dan profesional, maka berbeda dengan kopi Baringga. Jenis kopi Arabika kelas premium ini justru tercipta dari wujud kemanunggalan TNI Angkatan Udara (AU), khususnya dari Korps Pasukan Khas (Paskhas) di Bandung, Jawa Barat.

Dengan memanfaatkan hutan tempat latihan rutin Korps Baret Jingga yang mulai rusak tersebut, kini varian kopi yang sudah dipamerkan ke Rusia tersebut menjadi komoditi dengan nilai ekonomis yang tinggi. Tentu, Paskhas yang dimotori oleh Kolonel Pas Anis Wahyudi tersebut tidaklah sendiri. Ada desa binaan dan kelompok tani dengan beranggotakan masyarakat sekitar untuk mengelola perkebunan kopi di hutan tersebut.

Dari hasil perkebunan tersebut, maka tercipta Kopi Baringga. Kopi dengan kelas premium ini mempunyai keunikan tersendiri. Maka tak heran jika jenis kopi ini didapuk sertifikat dengan tingkat Excellent.

Lalu apa saja keunikan dan rahasia di balik kopi besutan TNI AU tersebut ? Berikut ulasannya.

Baca Juga :   Panen Mangga Alpukat di Lumajang Meningkat, “Berkah” Musim Kemarau

Di Tanam Di Hutan Sosial

Sebagai komoditas yang laris dan terhitung mahal kopi biasanya sebagai komoditas yang  di tanam di lahan sendiri namun kopi Baringga di tanam di hutan sosial.

Selain melestarikan hutan, ternyata banyak manfaat kopi jika di tanam di hutan. Diantaranya dapat melestarikan hutan itu sendiri. Kopi sendiri tentu harus ada pohon pelindung, pohon inilah yang mampu mencegah bahaya erosi. Sehingga akan lebih menguatkan struktur tanah saat hujan.

Manfaat lainnya yaitu mengurasi bahaya erosi pada tanah, sehingga akan berdampak pada kuatnya struktur tanah, khususnya saat hujan.

Manunggal Dengan Masyarakat

Korps Baret Jingga Paskhas TNI AU berdedikasi untuk membantu masyarakat. Maka dengan adanya perkebunan kopi Baringga ini, masyarakat dapat terbantu untuk mendongkrak taraf perekonomian keluarga. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya anggota hingga 200-an lebih yang tergabung dalam kelompok tani Putra Baringga.

Kopi Premium Organik

Pengelolaan tanaman kopi dengan pupuk organik menjadi pilihan korps TNI AU ini. Dengan perawatan penuh kesabaran dan rasa gotong royong dari masyarakat, serta pada tahap pasca panen dikelola dengan baik.

Salah satu yang menjadi unggulan varian kopi ini terletak pada kualiti kontrol yang ketat. Dengan demikian maka hasil olahan kopi ini dengan rasa yang sangat berkualitas.

Baca Juga :   3 Jenis Buah Salak ini Sangat Bagus Untuk Dibudidayakan

Menerapkan Sistem Pertanian Terintegrasi

Pemanfaatan kotoran hewan dan limbah daun menjadi pupuk organik adalah kunci kesuksesan perkebunan ini. Selain berkebun kelompok tani ini juga berternak. Kotoran ternak itulah yang nantinya diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan kopi di Bandung ini.

Sehingga penerapan sistem ini mengintegrasikan antara pertanian dengan peternakan. Yang didapat yaitu pupuk organik yang membuat kualitas tanaman ini menjadi lebih baik.

Meningkatkan Taraf Perekonomian

Korps Paskhas TNI AU ini terus melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap kelompok tani. Pembekalan pengetahuan dan pengayaan ilmu dalam dunia perkopian ini menjadikan masyarakat semakin tahu tata kelola perkebunan kopi.

Dari sinilah, kelompok tani tersebut mulai fokus dan terus mengembangkan perkebunan kopi Baringga. Dari hasil pengolahan kopi ini, Baringga sudah mulai berekspansi hingga Rusia dan beberapa negara di Timur Tengah.

Hasil nilai ekonomis inilah yang membantu taraf ekonomi masyarakat sekitar. Karena tahu nilai ekonomis yang menjanjikan, sekarang anggota kelompok tani tersebut sudah enggan lagi beralih ke varian perkebunan lainnya.

Komentar