4 Jenis Produk Teh Yang Ada Di Indonesia, Apa Saja Itu?

oleh -13 views
Ilustrasi Perkebunan Teh
Ilustrasi Perkebunan Teh - Foto : Pixabay/quangpraha

Panennews.com – Salah satu sumber antioksidan yang tinggi adalah pada teh. Teh merupakan salah satu minuman populer dunia, yang paling banyak diminum setelah air mineral.

Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camelia sinensis). Aroma dan khas yang dapat berbeda-beda sebenarnya terletak pada proses pengolahannya. Dilansir dari Balitbang Kementrian Pertanian, minimal ada 4 metode pasca panen dalam pengolahan produk teh. Apa saja itu? Berikut pernjabarannya.

Teh Putih (White Tea)

Salah satu jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi yaitu white tea. Dari segi penguapan dan pengerinagannya pun bisa terbilang cukup singkat. Daun teh yang dipetik adalah pucuk daun yang muda, kemudian dikeringkan dengan metode penguapan (steam dried) atau dibiarkan kering oleh udara (air dried).

Jenis white tea ini didapat dari helaian pucuk daun Camellia sinensis  yang sangat muda dan belum mekar. Warna putih didapat dari pucuk muda (peko) yang diselaputi semacam rambut halus berwarna putih perak. Pada akhirnya jika mengering warnanya akan berubah menjadi putih.

Teh Hijau (Green Tea)

Salah satu jenis teh yang diproses tanpa fermentasi (oksidasi enzimatis). Teh Hijau ini dibuat  dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar, dengan cara pemanasan sehingga oksidasi terhadap katekin (zat antioksidan) dapat dicegah.

Baca Juga :   Usai Tak Jadi Menteri, Kini Jonan Rajin Berkebun

Dalam hal ini proses pemanasannyapun terdapat dua cara. Pertama dengan udara kering yang akan membuat aroma teh yang kuat. Adapun cara kedua yaitu dengan steam (uap panas) yang lebih memberikan warna hijau terang pada teh saat diseduh.

Jenis teh ini sangat popular di beberapa negara seperti Tiongkok dan Jepang. Di Negeri Sakura sendiri jenis teh ini biasa disebut ryokucha. Adapun jenis hasil olahan dari teh hijau ini juga terdapat banyak ragamnya seperti Gyokuro, Matcha, Sencha, Genmaicha, Kabusecha, Bancha, dan sebagainya.

Teh Hitam (Black Tea)

Jika pada jenis teh hijau tidak mengalami proses fermentasi, lain hal nya dengan teh hitam. Jenis black tea ini adalah yang paling banyak mengalami fermentasi. Akan tetapi proses tersebut tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, melainkan dengan enzim fenolase yang ada pada daun itu sendiri.

Baca Juga :   Cempaka Kuning, Si Cantik yang Kaya Manfaat

Umumnya jenis teh hitam ini banyak mengandung kafeina dibanding dengan teh yang tak teroksidasi. Teh yang terbuat dari tanaman Camellia sinensis ini memang teroksidasi yang dapat membentu dua senyawa yaitu theaflavin dan thearubigins. Sehingga warna yang pekat dengan rasa yang begitu khas.

Teh yang biasa disebut dengan Teh Merah ini merupakan produk olahan teh yang paling populer di Indonesia saat ini.

Teh Oolong (Oolong Tea)

Jenis teh yang satu ini di proses dengan cara semi fermentasi dan dibuat dengan bahan baku khusus, yaitu varietas tertentu seperti Camellia sinensis, varietas Sinensis yang memberikan aroma khusus.

Bisa dibilang bahwa pembuatan jenis teh ini yaitu antara teh hijau dan teh hitam. Dimana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi, oleh karena itu teh oolong disebut sebagai teh semi fermentasi.

Kini teh yang mungkin belum terlalu populer ini sudah mulai banyak di produksi di Indonesia.

Komentar