Mau Ternak Burung Puyuh? Baca Tips nya Di Sini

oleh -8 views
Ilustrasi Burung Puyuh
Ilustrasi Burung Puyuh - Foo : Pinterest/@groundtoground

Panennews.com – Burung puyuh tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat. Baik daging maupun telurnya sudah sangat familiar di lidah melalui berbagai hidangan nan lezat dan nikmat.

Dilihat dari tingkat populasinya saja, menurut data dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian (Ditjen PKH Kementan) burung puyuh tahun 2017 saja mencapai sekitar 14.5 juta ekor lebih.

Adapun Provinsi Jawa Tengah merupakan tingkat populasi burung puyuh terbanyak di Indonesia.

Bisnis burung yang masuk dalam keluarga Phasianidae ini memang tidak bisa dibilang buruk. Kebutuhan tingkat konsumsi daging maupun telur nya semakin tahun semakin meningkat.

Maka dari itu jika anda akan berminat untuk membudidayakan jenis hewan unggas ini beberapa tips berikut bisa anda jalankan.

Varian

Biasanya dari sekian banyak jenis burung puyuh, varian yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis Japonica. Jenis ini sendiri memiliki beberapa varian diantaranya  Jumbo Paroeh, Autumn, dan Paroeh.

Jenis Cortunix Japonica boleh dibilang varian yang paling banyak menghasilkan telur dalam setahun. Dari beberapa penelitian yang ada, varian ini bisa menghasilkan sekitar 250 an lebih butir telur dalam setahun. Sementara itu, jenis lainnya hanya berkisar 200-an butir saja.

Baca Juga :   Burung Bayan, Satwa Tropis Langka

Kandang

Pemebuatan dan pemilihan lokasi kandang juga perlu diperhatikan. Suhu dan kelembaban biasanya menjadi faktor penting dalam hal ini. Kisaran suhu yang cukup yaitu berkisar antara 20-25 derajat celcius, sedangkan kelembabannya bisa berkisar 30-80 persen.

Jenis kandang yang digunakan juga bisa bervariasi, diantaranya kandang betere (sangkar) dan kandang lantai sekam (litter). Ukuran kandang per-1 meter persegi biasanya dapat menampung sampai 100-an anakan burung puyuh.

Di sisi lainnya, kebersihan kandang juga perlu diperhatikan. Pemilihan lokasi yang jauh dari hunian warga juga patut untuk dipertimbangkan.

Baca Juga :   Mengenal Ayam Pelung, Produk Lokal nan Menawan

Limbah

Di kutip dari penelitian yang ada, daya tetas jenis Coturnix coturnix japonica cukup besar yaitu dapat berkisar 75.66 %. Maka masalah yang timbul yaitu limbah yang akhirnya menimbulkan masalah lingkungan.

Maka dari itu proses pengeringan limbah dapat dilakukan. Limbah yang sudah dikeringkan ini mengandung banyak nutrisi antara lain protein kasar, kalsium, serat kasar, fosfor, serta asam animo. Maka dari itu penggunaan limbah ini untuk pakan sebesar sekitar 8 persen dapat dilakukan.

Apalagi asam animo merupakan nutrisi penting untuk burung puyuh sebagai pembetunakn telur. Penggunaan limbah ini bisa dimanfaatkan juga untuk pakan ternak burung ini sesuai komposisi yang dianjurkan. Sehingga tingkat pertumbuhan burung puyuh maupun telurnya tidak berpengaruh.

Komentar