Ani-ani, Alat Tradisional Pemotong Padi Yang Kini Mulai Tersisih

oleh -9 views
Ilustrasi Petani Menggunakan Ani-ani
Ilustrasi Petani Menggunakan Ani-ani - Foto : Jarak Pandang

Panennews.com – Berbagai kecanggihan teknologi alat maupun mesin di sektor pertanian berkembang cukup pesat. Mulai dari mesin penanam padi, pemotong, hingga pemisah biji padi dari tangkainya.

Semua inovasi manusia tersebut tentu untuk lebih memudahkan sistem kerja menjadi lebih cepat, efesien, dan hasil yang maksimal. Akan tetapi sebelum teknologi modern itu tercipta, berbagai alat tradisional sudah terlebih dulu membantu kerja manusia.

Salah satu contohnya dibidang pertanian, ada sebuah alat tradisional yang disebut dengan ani-ani. Ani-ani atau yang biasa disebut juga dengan ketam atau etem ini mempunyai fungsi utama untuk memotong tangkai padi.

Baca Juga :   Solusi Cerdas Dengan Mesin Pengering Kista Artemia Untuk Pakan Benur Udang

Alat ini biasanya terbuat dari dua unsur, pertama pisau dan bambu/kayu. Pisau yang sematkan pada ujung kayu inilah yang berfungsi untuk memotong.

Bentuk ani-ani sendiri mirip huruf T. Ada kayu yang mengait pisau pada sisi depan dan sisi horizontal dengan bentuk tangkai lurus sebesar jempol orang dewasa.

Cara penggunaan ketam ini cukup mudah. Letakkan tiang lonjong pada antara ruas jempol dengan jari telunjuk. Sedangkan batang kayu yang mirip bentuk jajaran genjang diletakkan antara ruas jari manis dan jari tengah.

Untuk memotong sebuah tangkai padi, maka langkahnya adalah dengan menggenggam sebatang padi dan potong pada mata pisau yang terdapat dalam ani-ani tersebut.

Baca Juga :   Prinsip Masyarakat Dayak, Berladang dan Menjaga Keragaman Hayati Hutan

Cara sederhana inilah yang sejak lama digunakan oleh sebagian para petani tradisional dalam memotong padi yang siap panen.

Namun demikian alat ini memang sudah jarang ditemukan dan digunakan pada era sekarang. Kecanggihan teknologi dan alat-alat pertanian yang modern dapat menggantikan agar pekerjaan pertanian dapat lebih mudah.

Akan tetapi dengan mengetahui teknologi di masa lalu, minimal kita tahu bahwa para petani di zaman dahulu juga mampu menciptakan berbagai inovasi untuk menunjang kinerjanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *