Tingkatkan Produksi Kedelai, Kementan Manfaatkan Varietas Biosoy

oleh -11 views
kedelai biosoy
Tanaman Kedelai Biosoy - Foto : Kementan

Panennews.com – Untuk meningkatkan produksi kedelai nasional Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbang) memanfaatkan varietas unggul baru kedelai Biosoy.

Di kutip dari Kementan, produksi kedelai tahun 2019 sekitar 358.627 ton, sedangkan di tahun 2020 akan menargetkan sekitar 300.00 ton lebih kedelai.

Menurut Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Ditjen Tanaman Pangan, Amirudi Pohan, pada tahun ini Kementan menargetkan produktivitas dan produksi kedelai naik minimal 7 persen per tahun.

Upaya peningkatan target tersebut, maka Kementan melakukan pengemabangan kawasan kedelai melalui lahan sekitar 300.000 hektar di 21 provinsi. Lebih lanjut peningkatan luas tanam dan panen juga akan ditargetkan bertambah pada tiap tahunnya.

Baca Juga :   Inilah 4 Sayuran Yang Cocok Ditanam Saat Musim Hujan

“Untuk itu, yang kami butuhkan dari Balitbangtan tentu VUB, rekomendasi pemupukan, teknik pengendalian hama, dan yang tidak kalah penting adalah pendampingan teknologi,” kata Amirudi.

Saat ini Balitbangtan sedang menyiapkan benih sumber kedelai biosoy di tiga daerah yakni Cisarua, Kuningan dan Majalengka. Benih tersebut juga nantinya akan menjadi benih sebar melalui unit pelaksana teknis terkait seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di sejumlah provinsi.

Biosoy sendiri merupakan kedelai biji besar dengan potensi hasil hingga 3,55 ton per hektar. Kelebihan lain dari kedelai ini adalah toleran penyakit karat dan memiliki ukuran batang yang besar dan kokoh.

Baca Juga :   Stok Beras Untuk Natal dan Tahun Baru Aman, Mentan Syahrul: Tahun Depan Kita Siap Ekspor

Hingga kini kedelai biosoy telah dikembangkan di sejumlah daerah seperti Grobogan, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Barat.

Dengan adanya sinergi dari semua pihak, maka Indonesia akan bisa swasembada kedelai dengan pemanfaatan varietas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *