Komitmen Edi Susapto Sebagai Pelopor Pertanian Organik

oleh -137 views
edi susapto
Ilustrasi Edi Susapto – Foto: Yayasan Adaro Bangun Negeri

Panennews.com – Edi Susapto adalah salah satu sosok inspiratif dari pertanian organik. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, namun Ia tetap gigih dan bersemangat dalam mengelola pertanian organik. Berawal sejak penghujung 2017, Edi mulai diperkenalkan pertanian organik melalui program kemitraan berbasis organik yang diinisiasi Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). Edi sebagai bapak dari tiga anak ini mulai termotivasi untuk menjadi petani mandiri. Ide tentang pertanian organik Ia dapat dari program untuk menggeser ketergantungan petani pada bahan kimia dalam mengelola pertaniannya.

Sebelumnya Edi bekerja sebagai buruh bangunan, namun karena program kemitraan tersebut, Ia kemudian dibimbing dan didampingi tentang cara kelola kebun ramah lingkungan. Sebulan setelah mendapat pendampingan, Edi tidak ragu dengan memulai tahap percobaan di ladang miliknya sendiri.

Baca Juga :   Belajar dari Basiri, Penggiat Pertanian Hidroponik

Edi juga dibekali dengan beberapa pelatihan, seperti pelatihan pembuatan pupuk, penanganan hama hingga pembuatan bibit yang baik. Kebun pertanian organik Edi Susapto (Yayasan Adaro Bangun Negeri) terletak di Kampung Wikau Desa Kambitin dengan luas lahan berukuran lahan seluas 1,2 hektare. Dari lahannya tersebut, hamparan sayuran organik mulai dari bayam merah, daun bawang, sawi, terung hijau dan kangkung ditanamnya dengan tekun dan menghasilkan kualitas produksi yang positif di pasar. Seakan tidak pernah mati, aktivitasnya dikebun dimulai dari pagi hari hingga sore konsisiten Ia lakukan bersama tiga pekerjanya.

Baca Juga :   Reinwardt, Sosok Dibalik Kemashuran Kebun Raya Bogor

Sebagai program andalannya, urin sapi dipakai sebagai senjata andalan untuk menyuburkan tanah, gadung–tanaman berumbi-disarikan getahnya sebagai pestisida alami. Dalam kegiatan berkebunnya itu, tiap bulannya kebun organik miliknya butuh biaya Rp3 juta mulai dari keperluan pupuk hingga penanganan hama. Sedangkan omset penjualan sayur organik mencapai Rp7 juta tiap bulannya. Kesuksesan model pertanian ini makin membuatnya populer sebagai wahana edukasi sekaligus penghasil aneka sayuran bebas bahan kimia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.