Terobosan Satgas Bitung cegah Perdagangan Ilegal Satwa Liar

oleh -155 views
Ilustrasi Monyet
Ilustrasi Monyet - Foto : Freepik

Panennews.com – Pemerintah Kota Bitung terus meningkatkan pencegahan perdagangan ilegal satwa liar di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Pemkot Bitung melakukan tiga terobosan untuk mencegah dan mengatasi perdagangan ilegal satwa liar di daerahnya.

Tiga terobosan tersebut adalah peluncuran resmi himbauan dan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat akan tindak pidana satwa liar melalui tayangan videotron. Kemudian Pelatihan bagi Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung dalam penanganan tindak pidana satwa liar yang dilindungin. Terobosan terakhir adalah penyusunan rencana tindak lanjut penguatan penegakan hukum satwa liar yang akan dilakukan.

Baca Juga :   Kebijakan Perlindungan, Komitmen Pemprov Jateng Sejahterakan Nelayan Kecil

Maximilian Jonas Lomban selaku Wali Kota Bitung mengatakan, terobosan Satgas Bitung merupakan gabungan dari 15 instansi daerah yang bertugas di bidang pengawasan, konservasi, serta penegakan hukum, juga beranggotakan 4 lembaga konservasi, dua BUMN bidang perhubungan dan terakhir kecamatan se-Kota Bitung.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA) Noel Layuk Allo mengapresiasi serangkaian terobosan yang dilakukan Satgas Bitung.

Ketiga terobosan ini menjadi contoh kolaborasi yang baik oleh semua pihak dalam meningkatkan upaya konservasi di Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung. Tentu saja kami mengharapkan kolaborasi ini dapat berjalan dengan efektif,” ujarnya.

Baca Juga :   El Nino Masih Terjadi, Pemerintah Siapkan Langkah Cegah Karhutla 2024

Bitung di kenal sebagai “Kota Serba Dimensi” karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan sejumlah spesies satwa liar yang unik.

Di antara spesies-spesies unik tersebut, terdapat empat spesies satwa yang merupakan satwa endemik, yaitu monyet hitam Sulawesi atau yaki, anoa, maleo dan babirusa. Saat ini keberadaan satwa-satwa ini terus terancam karena diburu dan diperdagangkan secara ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.