Solusi Industri Olahan untuk menjaga harga telur

oleh -8 views
Ilustrasi Telur
Ilustrasi Telur - Foto : Freepik

Panennews.com – Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Petelur Nasional Yudianto Yogiarso mengatakan pembentukan industri pengolahan telur dianggap penting untuk menjaga stabilitas harga yang kerap anjlok dan sulit terselesaikan selain itu anjloknya harga telur tak lepas dari pengaruh telur breeding (tetas) yang bocor ke pasar telur konsumsi. Padahal, aturannya telur tersebut untuk penyediaan bibit.

Dia menuturkan masuknya telur breeding ini bermula ketika pada H-7 dan H+7 lebaran, industri ayam tidak menetaskan bibit ayam potong usia sehari (day old chick/DOC). Tindakan ini merupakan dampak liburnya karyawan di peternakan pada waktu tersebut.

Baca Juga :   Pempek Antarkan Palembang Jadi Empat Besar Kota Ekonomi Kreatif Terbaik

Akibatnya, telur breeding ini terlebih dahulu masuk ke pasar dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga telur peternak. Harga telur hari ini di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja, kata Yudianto, masih di bawah rata-rata, yakni Rp16.000-Rp16.500 per kilogram dari seharusnya Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Harga tersebut tak menutupi biaya produksi peternak yang menghabiskan biaya pakan hingga Rp18.000 per kilogram.

Hal tersebut diperparah dengan risiko dari telur yang rentan terkena bakteri ataupun susut. Untuk itu, dia meminta keadilan agar tidak ada lagi telur breeding masuk ke pasar.

Baca Juga :   Perinus Gaet Pemerintah untuk Kembangkan Industri Sektor Perikanan dan Kelautan

Dia pun sepakat industri pengolahan telur seperti tepung telur diperlukan untuk menyerap kelebihan produksi guna menjaga stabilitas harga. Kendati demikian, tujuan perintisan industri tepung telur ini hanya sebagai penyangga, bukan langsung dalam skala besar.

Selain itu, perlu adanya pembinaan bagi para peternak layer khususnya menjaga kualitas telur untuk kebutuhan industri tepung telur nantinya. Peternak perlu diberi waktu untuk melakukan pembenahan terhadap kandang.

Komentar