Sejarah Tembakau Madura Masa Hindia Belanda Hingga Kini

oleh -18 views
sejarah tembakau madura
Tanaman Tembakau di Pulau Madura - Foto : Antara Foto

Panennews.com – Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Madura memang tidak termasuk dalam kebijakan tanam paksa tanaman tembakau. Berbeda dengan komoditi lainnya seperti kopi, beras, dan sebagainya. Hal ini mempertimbangkan sisi geografis pulau Madura yang identik dengan gersang nan bebatuan kapur saat itu.

Tidak hanya pemerintahan VOC yang kurang berminat, tetapi pemerintah lokal, yaitu Karsidenan Surabaya yang merupakan pengambil kebijakan dari pulau Madura juga kurang mendukung. Maka dari itu pusat perkebunan tembakau memang terpusat di pulau Jawa.

Jika dilihat lebih luas, VOC juga kurang berminat dalam pengembangan komoditi tembakau. Alasannya pasar ekspor tembakau kalau itu yang mengalir ke Asia dan Eropa tidak cocok untuk pangsa pasar tersebut. Maka dari itu komoditi ini memang tidak terkenang sokongan wajib dan tidak juga dimonopoli oleh VOC.

Justru awal perkembangan perkebunan tembakau di Madura datang dari petani. Para petani kala itu dengan tekun dan rajin menanam tembakau. Petani tembakau Madura belajar dari petani di pulau Jawa dengan bekerja di gudang-gudang tembakau.

Para petani ini mendapat angin segar dari Sultan Sumenep yang mendukung jenis komoditi ini untuk dapat dikembangkan menjadi tanaman lokal yang dapat mendongkrak ekonomi petani. Maka tak heran jika perkembangannya cukup pesat, sekitar tahun 1884 Madura sudah mempunyai sekitar 1.400-an ha area perkebunan tembakau. Adapun pada tahun 1905 meningkat menjadi sekitar 6.200-an ha lahan.

Jenis Tembakau

Tembakau madura termasuk spesies Nicotiana tabacum L. dengan sistem perbanyakan menyerbuk sendiri (self pollination). Tembakau ini identik dengan ciri yang semi aromatik, sehingga biasanya tembakau ini dijadikan sebagai pemberi rasa dan aroma. Selain itu, jenis tembakau ini sangat khas dan cocok sebagai bahan rokok jenis kretek.

Karena peran tembakau Madura tersebut, maka semua jenis rokok kretek membutuhkan jenis tembakau ini. Adapun dari rasa, jenis tembakau yang berasal dari Pulau Madura mempunyai karakteristik ringandan segar.

Perkembangan Kini

Pada tahun tahun 2015 total luas areal penanaman tembakau madura tidak kurang dari 40.000 hektar yang dibudidayakan oleh sekitar 87.753 kepala keluarga petani. Areal tembakau madura tersebut paling luas di Indonesia. Sentra terluas berada di Kabupaten Pamekasan, kemudian Sumenep dan Sampang.

Keberadaan tembakau di Pulau Madura telah memberikan peran yang cukup penting bagi pendapatan daerah dan perputaran roda perekonomian. Yang jelas, setiap tahun kabupaten sentra tembakau memperoleh dana dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah Pusat (Kementerian Keuangan).

Mulai tahun 2010 sampai 2017, DBHCHT yang disalurkan ke Madura mencapai Rp531 miliar, dan Kabupaten Pamekasan menerima alokasi dana paling besar yaitu sebesar Rp 253 miliar. Tentunya penggunaan DBCHT tersebut dilaksanakan sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, antara lain untuk peningkatan kualitas bahan baku mutu, pembinaan industri, dan pembinaan lingkungan sosial. Dengan alokasi dana tersebut, kabupaten sentra tembakau di Madura akan lebih dapat meningkatkan program pembangunan daerahnya, terutama yang terkait dengan pertembakauan, [1].

 

Sumber :