Salak Gula Pasir Khas Bali Jajaki Pasar Ekspor

oleh -61 views
salak gula pasir bali
Salak Gula Pasir Khas Bali - Foto: IG/vinecentia.h

Panennews.com – Kementrian Pertanian baru-baru ini melakukan langkah dan terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan peningkatan ekspor komoditas pertanian, salah satunya yaitu salak gula pasir yang berasal dari Tabanan, provinsi Bali.

Ada sekitar 773 kg salak gula pasir yang siap di ekspor ke Kamboja hari ini, Selasa (20/8). Selain Kamboja, rencananya negara-negara lainnya seperti Tiongkok, Vietnam, serta Dubai juga akan menjadi sasaran pasar ekspor selanjutnya.

Rencana ekspor komoditi pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Indonesia.

“Jadi harapannya, margin keuntungan dari ekspor ini bisa dibagi juga ke petani, syukur-syukur ini bisa kita tingkatkan lagi dengan diolah, menambah negara tujuan dan ragam komoditas,” ungkap Ali Jamil Kepala Badan Karantina Pertanian di Denpasar, Bali, Selasa (20/8).

Salak gula pasir (Salacca edulis) merupakan buah yang ditanam oleh para petani di Tabanan, Bali. Minimal ada sekitar 40 % hasil panen buah salak tersebut yang di eksport ke luar negeri. Lebih lanjut potensi panen ini akan terus ditingkatkan hingga 70% untuk alokasi ekspor. Hal ini bisa dicapai karena para petani mulai memperbaiki sistem budidaya buah salak tersebut.

Selain itu, sistem kemitraan juga dilakukan dengan PT. Serena Sejahtera sebagai ekportir salak di Indonesia. Dengan demikian raihan pangsa pasar ekspor yang lebih luas diharapkan mampu dicapai pada tahun-tahun mendatang.

Selain salak gula pasir, melepas 2,5 ton perdana kakao organik tujuan Belgia dan kepompong tujuan Singapura. Total nilai ekonomi pelepasan ekspor hari ini adalah Rp. 1,7 Milyar.

Lebih lanjut berbagai komoditas yang di ekspor diantaranya anak ayam umur sehari (DOC), walet, mangga, manggis, paprika, handicraft asal batok kelapa, jerami, vanilla, daun bawang dan enceng gondok. Adapun negara tujuan ekspornya ke Eropa, Amerika, Rusia, Australia, Swiss dan Timor Leste.

Layanan Proses Bisnis Ekspor Dipercepat

Sebagai fasilitator perdagangan komoditas pertanian, Barantan lakukan terobosan dan inovasi layanan. Dengan tugas utama memperkuat sistem perkarantinaan guna menjamin pelestarian sumber daya alam hayati, juga lakukan percepatan layanan ekspor.

Digitalisasi layanan tidak hanya untuk mempercepat namun juga menyiapkan model dan solusi layanan.

Aplikasi peta potensi komoditasi pertanian, IMACE diserahkan kepada pemda dengan harapan dijadikan model dalam membuat kebijakan pengembangan pertanian berbasis kawasan dan orientasi ekspor.

Juga kerjasama sertifikasi online, e-Cert yang diterapkan kepada negara mitra dagang. Harapannya menjadi solusi bagi jaminan diterimanya komoditas pertanian oleh negara mitra dagang.

“Sudah menjadi instruksi Pak Mentan, untuk memperluas kerjasama sertifikat online. Ini akan jadi fokus kami mendorong ekspor,” tutup Jamil.